15 Fakta Kandungan Manfaat dan Khasiat Spirulina untuk Kesehatan

Posted on

Manfaat Khasiat Spirulina

Spirulina merupakan sianobakteri tetapi beberapa masa yang lalu karena kurangnya penelitian spirulina dianggap sebagai mikroalga. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cardiovascular Therapeutics. Pemahaman baru tentang genetika, fisiologi dan sifat biokimia akhirnya menyadarkan ilmuwan untuk mengklasifikasikannya sebagai bakteri dan filum sianobakteri. Awalnya spirulina diklasifikasikan dalam genus Arthrospira, tetapi kemudian dimasukkan ke dalam genus Spirulina.

Spirulina yang telah dikonsumsi selama berabad-abad oleh suku Aztec di Amerika Tengah. Akhir-akhir ini setelah ada penilitian lebih intensif baru diketahui manfaat spirulina yang sangat besar. Spirulina memiliki nilai gizi yang tinggi sehingga dianggap sebagai makanan super yang ampuh.

Klaim kesehatan tentang Spirulina
Spirulina dipercaya manjur sebagai pengobatan untuk berbagai masalah metabolisme dan kesehatan jantung, termasuk penurunan berat badan, diabetes, menurunkan kolesterol dan antikanker. Spirulina juga diyakini bermanfaat sebagai terapi untuk berbagai gangguan mental dan emosional, termasuk kecemasan, stres, depresi dan gangguan attention deficit-hyperactivity (ADHD) yaitu semacam gangguan autis.

Apakah Spirulina benar-benar bermanfaat ?
Spirulina kaya nutrisi, beberapa di antaranya tidak ditemukan dalam vitamin yang biasa dijual di apotek. Menurut FDA, Spirulina mengandung sejumlah besar kalsium, niacin, kalium, magnesium, vitamin B dan zat besi. Spirulina juga memiliki asam amino esensial yaitu senyawa yang merupakan blok pembangun protein. Bahkan, protein membentuk sekitar 60 hingga 70 persen berat kering Spirulina.

Ilmuwan pernah melakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar manfaat spirulina. Beberapa penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of International Medical Research pada tahun 2017 telah menunjukkan manfaat spirulina sebagai suplemen untuk kasus malnutrisi atau kekurangan gizi, termasuk wanita hamil anemia dan anak-anak di negara berkembang dengan tingkat kemiskinan yang tinggi.

Sebuah penelitian yang lain, yang diterbitkan dalam Maternal and Pediatric Nutrition pada tahun 2016, yang melibatkan 87 anak-anak yang kekurangan gizi dan anemia di bawah usia 5 tahun di Gaza Palestina. Peneliti memberi setengah anak-anak dengan suplemen vitamin dan mineral dan setengah lainnya dengan suplemen spirulina selama tiga bulan. Anak-anak yang menerima spirulina terbukti secara signifikan lebih banyak mengalami peningkatan berat badan dan tinggi badan, peningkatan kadar ferritin dan zat besi dan volume hemoglobin dibandingkan pada anak-anak yang hanya menerima suplemen vitamin dan mineral biasa.

Sebuah studi yang dilakukan sepanjang tahun 2015 yang diterbitkan oleh Nutrition Journal yang bertujuan mengamati manfaat spirulina pada hampir 200 orang yang kekurangan gizi dan yang positif HIV di Kamerun menunjukkan hasil yang sama positifnya. Orang-orang yang diteliti umumnya wanita , sebagian diberikan perawatan standar, diet seimbang dan suplemen Spirulina, dan sebagian diberikan perawatan standar dan diet seimbang tanpa suplemen spirulina. Orang yang menerima Spirulina, sel-sel sistem kekebalan yang rusak karena HIV terlihat lebih membaik, begitu pula tingkat hemoglobin lebih baik.

Pada 2016, pemerintah negara bagian Karnataka di India, bersama dengan JSW Energy, mengadakan program di seluruh negara bagian untuk memberikan suplemen Spirulina kepada anak-anak yang kekurangan gizi. Situs web JSW melaporkan kasus gizi buruk berkurang sebanyak 46 persen di kalangan anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, dan studi ilmiah sedang dilakukan untuk lebih memahami efek dari program ini.

Apakah suplemen Spirulina aman?
Dokter menganggap Spirulina aman secara umum, terutama mengingat sejarah panjangnya sebagai makanan. Tapi Spirulina dapat terkontaminasi dengan logam beracun, bakteri berbahaya dan microcystins – racun yang dihasilkan dari beberapa ganggang – jika dia tumbuh dalam kondisi yang tidak aman. Spirulina yang terkontaminasi dapat menyebabkan kerusakan hati, mual, muntah, rasa haus, kelemahan, detak jantung yang cepat, syok dan bahkan kematian. Spirulina yang terkontaminasi bisa sangat berbahaya bagi anak-anak. NIH merekomendasikan penelitian sumber Spirulina dalam suplemen untuk memastikan mereka tumbuh dalam kondisi aman dan diuji untuk racun.

Fakta Kandungan Nutrisi

Spirulina (kering) Nilai gizi per 100 g (3,5 oz)
Energi  1.213 kJ (290 kcal) Gula 3.1 g
Karbohidrat 23,9 g Lemak Total 7,72 g
Serat makanan  3,6 g Jenuh 2,65 g
Protein 57,47 g Monounsaturated 0,675 g
Tryptophan  0,929 g Polyunsaturated  2,08 g
Threonine  2.97 g Leusin 4,947 g
Isoleusin  3.209 g Lysine 3.025 g
Metionin 1,149 g Cystine 0.662 g
Phenylalanine 2.777 g Tirosin  2,584 g
Valine 3,512 g Arginine 4.147 g
Histidin  1.085 g Asam Aspartat 5.793 g
Alanine 4.515 g Asam glutamat 8.386 g
Glycine 3.099 g Proline 2.382 g
Serine 2,998 g
Vitamins
Vitamin A equiv. 29 µg
beta karoten 342 µg Niacin (B3) 85% 12,82 mg
Tiamin (B1) 2,38 mg Asam pantotenat (B5) 70% 3,48 mg
Riboflavin (B2) 3,67 mg Vitamin B6 28% 0,364 mg
Folat (B9) 24% 94 µg Vitamin C 10,1 mg
Kolin 13% 66 mg Vitamin E 5 mg
Vitamin K 25,5 µg
Mineral
Kalsium 12% 120 mg Besi 219% 28,5 mg
Magnesium 55% 195 mg Mangan 90% 1,9 mg
Fosfor 17% 118 mg Potassium 29% 1363 mg
Sodium 70% 1048 mg Zinc 21% 2 mg

 

Manfaat dan Khasiat Spirulina

Berikut adalah 10 manfaat kesehatan berbasis bukti spirulina.

1. Spirulina Tinggi Akan Nutrisi
Spirulina adalah organisme yang tumbuh di air tawar dan air asin. Ini adalah jenis Sianobakteri yang merupakan keluarga mikroba bersel satu yang sering disebut sebagai alga biru-hijau. Sianobakteri dapat menghasilkan energi dari sinar matahari melalui proses yang disebut fotosintesis.Dosis spirulina harian standar adalah 1-3 gram, tetapi dosis hingga 10 gram per hari telah digunakan secara efektif.
Sesuai tabel di atas, spirulina mengandung vitamin, mineral, protein dan nutrisi lain yang bermanfaat.

Kualitas protein dalam spirulina dianggap sangat baik – sebanding dengan telur. Ini memberikan semua asam amino esensial yang Anda butuhkan.

2. Mengandung Antioksidan yang Kuat
Antioksidan berfungsi mencegah kerusakan pada DNA dan sel Anda. Kerusakan ini dapat mendorong peradangan kronis, yang berkontribusi terhadap kanker dan penyakit lainnya.

Spirulina adalah sumber antioksidan yang luar biasa, yang dapat melindungi terhadap kerusakan oksidatif. Komponen aktif utamanya disebut phycocyanin. Zat antioksidan ini juga memberi spirulina warna biru-hijau yang unik.

Phycocyanin dapat melawan radikal bebas dan menghambat produksi molekul sinyal inflamasi, memberikan efek antioksidan dan antiinflamasi yang mengesankan.

3. Dapat Menurunkan Kolesterol Jahat
Spirulina dapat menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL jahat dan trigliserida, serta meningkatkan kolesterol HDL yang baik. Studi membuktikan pemberian spirulina pada penderita kolesterol tinggi menunjukkan bahwa 1 gram spirulina per hari menurunkan trigliserida sebesar 16,3% dan LDL buruk sebesar 10,1%

4. Melindungi Kolesterol LDL “Buruk” Dari Oksidasi
Struktur lemak dalam tubuh Anda rentan terhadap kerusakan oksidatif.  Ini dikenal sebagai peroksidasi lipid, pendorong utama banyak penyakit serius. Sebagai contoh, salah satu langkah kunci dalam perkembangan penyakit jantung adalah oksidasi kolesterol LDL “jahat” .

Menariknya, antioksidan dalam spirulina tampaknya sangat efektif untuk mengurangi peroksidasi lipid pada manusia dan hewan.

Dalam sebuah penelitian pada 37 orang dengan diabetes tipe 2, 8 gram spirulina per hari secara signifikan mengurangi penanda kerusakan oksidatif. Ini juga meningkatkan kadar enzim antioksidan dalam darah (18).

5. Mampu Mencegah Kanker
Beberapa bukti menunjukkan bahwa spirulina memiliki sifat anti kanker. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa itu dapat mengurangi kejadian kanker dan ukuran tumor.

Efek Spirulina pada kanker mulut telah dipelajari dengan sangat baik.

Satu penelitian pada 87 orang dari India dengan lesi prakanker (disebut oral submucous fibrosis (OSMF) ) di mulut. Mereka diberikan 1 gram spirulina per hari selama satu tahun, 45% terbukti lesi mereka hilang dibandingkan dengan hanya 7% pada kelompok kontrol.

Ketika orang-orang ini berhenti mengkonsumsi spirulina, lesi kembali ditemukan pada hampir setengah daro mereka pada tahun berikutnya.

Dalam studi lain dari 40 individu dengan lesi OSMF diberikan 1 gram spirulina per hari ditemukan perbaikan yang lebih besar dalam gejala OSMF daripada obat Pentoxyfilline.

6. Dapat Mengurangi Tekanan Darah
Tekanan darah tinggi adalah pendorong utama banyak penyakit serius, termasuk serangan jantung, stroke dan penyakit ginjal kronis. Dosis 4,5 gram spirulina per hari telah terbukti mengurangi tekanan darah pada individu dengan tingkat normal. Pengurangan ini dianggap didorong oleh peningkatan produksi oksida nitrat, molekul sinyal yang membantu pembuluh darah Anda rileks dan melebar.

7. Meningkatkan Daya Tahan terhadap Alergi Rhinitis
Alergi Rhinitis ditandai dengan peradangan di saluran pernapasan Anda. Hal ini dipicu oleh alergen lingkungan, seperti serbuk sari, bulu binatang atau bahkan debu gandum.

Spirulina adalah pengobatan alternatif yang populer untuk gejala rinitis alergi, dan ada bukti bahwa itu bisa efektif. Dalam satu penelitian pada 127 orang dengan alergi rhinitis diberikan 2 gram spirulina per hari secara dramatis mengurangi gejala seperti keluarnya ingus, bersin, hidung tersumbat dan gatal.

8. Efektif Mengatasi Anemia
Ada banyak bentuk anemia yang berbeda. Yang paling umum ditandai oleh penurunan hemoglobin atau sel darah merah dalam darah Anda. Anemia yang menyebabkan perasaan lemas dan kelelahan yang berkepanjangan.

Dalam sebuah penelitian pada 40 orang lanjut usia dengan riwayat anemia, suplemen spirulina meningkatkan kadar hemoglobin sel darah merah dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

9. Dapat Meningkatkan Kekuatan Otot dan Stamina
Kerusakan oksidatif yang dibarengi dengan latihan fisik merupakan penyumbang utama kelelahan otot. Makanan nabati tertentu memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu atlet dan individu yang aktif secara fisik meminimalkan masalah ini.

Spirulina juga bermanfaat untuk kondisi ini, karena beberapa penelitian menunjukkan peningkatan kekuatan otot dan stamina. Dalam dua penelitian, spirulina meningkatkan stamina. Secara signifikan terbukti mencegah kelelahan.

10. Dapat Membantu Kontrol Gula Darah
Penelitian pada hewan mengaitkan spirulina untuk menurunkan kadar gula darah secara signifikan. Dalam beberapa kasus, ia telah mengungguli obat diabetes yang populer, termasuk Metformin Ada juga beberapa bukti bahwa spirulina bisa efektif pada manusia.

Dalam penelitian dua bulan pada 25 orang dengan diabetes tipe 2, 2 gram spirulina per hari mampu menuruknan kadar gula darah secara mengesankan.

HbA1c, yang merupakan penanda bagi tingkat gula darah menahun, menurun dari 9% menjadi 8%, ini sangat signifikan. Studi memperkirakan bahwa pengurangan 1% dari penanda ini dapat menurunkan risiko kematian terkait diabetes sebesar 21%. Namun, penelitian ini berdurasi kecil dan pendek. Masih perlu lebih banyak studi lagi dilakukan.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =